Puji Iklim Akademik UNJA, Prof. Mahfud: Indonesia Maju Dimulai dari Kampus di Daerah
- account_circle Admin
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- print Cetak

Guru Besar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Moh. Mahfud MD saat menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis UNJA ke-63 di Auditorium Unifac. (Foto: Dok. UNJA)
Memperingati Dies Natalis ke-63, Universitas Jambi (UNJA) menghadirkan Guru Besar Hukum Tata Negara UII Yogyakarta, Prof. Mahfud MD, untuk memberikan Orasi Ilmiah di Auditorium Unifac, Gedung Rektorat UNJA. Kegiatan ini mengangkat tema “Konfigurasi Politik dan Hukum Pasca-Reformasi 1998”.
Kehadiran tokoh nasional ini disambut hangat oleh Rektor UNJA, Prof. Helmi, beserta para Wakil Rektor, Dekan, dan segenap sivitas akademika di lingkungan Universitas Jambi.
Integritas Akademisi di Mata Prof. Mahfud MD
Rektor UNJA, Prof. Helmi, memberikan apresiasi tinggi atas kedalaman materi yang disampaikan narasumber.
Ia menilai pesan mengenai integritas akademik menjadi poin paling mendalam dalam orasi tersebut. Ia mengutip pernyataan Prof. Mahfud MD yang menekankan bahwa kampus harus menjadi benteng kebenaran.
“Prof. Mahfud mengingatkan bahwa akademisi salah itu boleh, tapi akui dan minta maaf. Yang tidak boleh itu menipu dan berbohong,” ujar Prof. Helmi.
Menurutnya, ungkapan ini menegaskan bahwa integritas adalah modal utama bagi akademisi dalam menjalankan tugas ilmiah dan memberikan masukan bagi proses pembangunan nasional.
Relasi Politik dan Karakter Hukum
Dalam orasinya, Prof. Mahfud memaparkan tesis disertasinya yang masih relevan hingga saat ini. Ia menjelaskan bahwa terdapat hubungan konsisten antara konfigurasi politik dan karakter produk hukum yang dihasilkan.
“Di zaman reformasi, sejak 1998 sampai sekarang, membuktikan bahwa politik sangat mempengaruhi hukum. Hukum selalu berubah ketika penguasa politik berubah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam politik yang demokratis, hukum yang lahir akan bersifat responsif. Sebaliknya, dalam konfigurasi politik otoriter, produk hukum cenderung bersifat konservatif atau ortodoks. Ia mengajak sivitas akademika UNJA untuk terus menjaga iklim demokrasi agar hukum nasional tetap sehat.
Sejarah Panjang Fakultas Hukum UNJA
Dekan Fakultas Hukum UNJA, Dr. Hartati, menjelaskan bahwa momen kehadiran Prof. Mahfud MD sangat spesial karena bertepatan dengan bulan kelahiran fakultas. Ia menyebut Fakultas Hukum adalah fakultas tertua yang berdiri bersamaan dengan UNJA pada 1 April 1963.
“Suatu kebanggaan bagi kami, Prof. Mahfud berkenan memberikan orasi ilmiah dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-63 ini,” tutur Dr. Hartati.
Prof. Mahfud MD sendiri memuji kemajuan pesat UNJA. Ia menilai banyaknya guru besar dan iklim akademik yang membanggakan di UNJA merupakan indikator bahwa pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di daerah, telah berkembang luar biasa.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar