Kementerian PU Beberkan Progres Tol Jambi-Rengat: Butuh Lahan 2.128 Hektar
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- print Cetak

Foto: Pembangunan awal jalan tol Jambi-Betung. (Dok/Ist)
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Jambi–Rengat. Jalan tol yang menjadi bagian strategis dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ini diproyeksikan bakal memperkuat konektivitas serta mendongkrak ekonomi di wilayah Jambi dan Riau.
Update pembangunan tol ini dipaparkan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Provinsi Jambi, Kamis (29/1/2026) lalu. Ruas tol ini direncanakan memiliki panjang mencapai 198,13 kilometer.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU, Dedy Gunawan, menjelaskan bahwa proyek ini masuk dalam pengembangan Tahap II JTTS. Saat ini, pihaknya tengah mematangkan dokumen teknis dan skema pendanaan.
“Jalan Tol Jambi–Rengat saat ini masih berada pada tahap perencanaan. Dokumen pendukung seperti feasibility study, detail engineering design, hingga dokumen lingkungan telah tersedia,” ujar Dedy Gunawan dalam keterangannya.
Proyek ini membutuhkan lahan yang sangat luas, yakni mencapai 2.128,67 hektar. Hingga Januari 2026, progres pengadaan tanah tercatat baru mencapai 4,83 persen atau sekitar 102,71 hektar.
Tak hanya soal lahan, nilai investasi untuk menyambungkan Jambi hingga Riau ini tergolong fantastis. Estimasi total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 49,60 triliun.
“Skala proyek ini cukup besar, baik dari sisi panjang ruas maupun kebutuhan investasi. Kementerian PU menyiapkan tahapan pembangunan secara cermat agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan dan berkelanjutan,” tambah Dedy.
Dukungan DPR RI
Anggota Komisi V DPR RI, H Bakri, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan proyek ini. Ia menilai kehadiran tol ini sudah sangat dinantikan oleh masyarakat di dua provinsi tersebut.
“Secara institusi, Komisi V DPR RI siap membantu agar Jalan Tol Jambi–Rengat ini dapat secepatnya direalisasikan. Alhamdulillah, proses pembebasan lahan di Jambi berjalan cukup baik,” kata Bakri saat melakukan peninjauan lapangan.
Diharapkan dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan legislatif, kendala teknis maupun pembiayaan dapat segera teratasi sehingga konstruksi fisik dapat dimulai dalam waktu dekat. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar