Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Curah Hujan Tinggi, Banjir Rendam Jalan Lintas Timur dan Puluhan Rumah Warga di Tanjab Barat

Curah Hujan Tinggi, Banjir Rendam Jalan Lintas Timur dan Puluhan Rumah Warga di Tanjab Barat

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • print Cetak

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan. Genangan air merendam ruas Jalan Lintas Timur hingga masuk ke rumah-rumah penduduk di beberapa desa sejak Jumat (2/1/2026).

Kepala BPBD Tanjab Barat, Zulfikri, mengatakan berdasarkan data sementara dari Kecamatan Tungkal Ulu, sedikitnya 34 rumah warga di tiga desa terdampak banjir. Meski demikian, kondisi air saat ini mulai berangsur surut.

“Sebagian rumah sudah bisa ditempati kembali karena air mulai kering. BPBD bersama Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak,” kata Zulfikri, Sabtu (3/1/2026).

Zulfikri menjelaskan, banjir di Desa Pematang Pauh terjadi akibat meluapnya Sungai Luntuk. Luapan air hampir mencapai Jalan Lintas Timur dan merendam 14 rumah warga yang tersebar di RT 02, RT 03, dan RT 05. Bahkan, Kantor Desa Pematang Pauh turut terendam hingga setinggi lantai kantor.

Sementara itu, Desa Tanjung Tayas juga terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Bumbung. Sebanyak 18 rumah warga di tiga RT terendam air. Selain itu, akses jalan dari jalur lintas menuju dusun dalam sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan.

Di Desa Badang, terdapat dua rumah warga yang terdampak banjir di area kebun dan kolam. Posisi air masih berada di bawah rumah, namun banjir menyebabkan sekitar lima kolam ikan rusak dan bibit ikan hanyut, sehingga menimbulkan kerugian bagi warga.

Selain Tungkal Ulu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Muara Papalik, tepatnya di Desa Rantau Badak, serta di Kecamatan Batang Asam yang melanda Desa Tanjung Bojo dan Desa Dusun Kebun. Hingga kini, data rumah terendam di wilayah tersebut masih dalam proses pendataan.

Banjir juga melanda Kecamatan Merlung pada Sabtu (3/1/2026). Kapolsek Merlung, AKP Agung Heru Wibowo, turun langsung memimpin pengecekan di lapangan bersama personel guna memastikan kondisi keamanan masyarakat serta akses jalan.

Berdasarkan pantauan sejak pukul 09.00 WIB, terdapat tiga titik utama yang mengalami kenaikan debit air signifikan. Di Jalan Lintas Tengah Tebo–Merlung, Desa Lubuk Terap, ketinggian air mencapai sekitar 100 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa, sehingga menghambat arus lalu lintas.

Sementara di akses jalan Desa Tanjung Paku, ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter dan mulai memasuki permukiman warga dengan estimasi 10 rumah terdampak. Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Kalangan Desa Merlung, dengan genangan air setinggi ±60 sentimeter yang mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Kapolsek Merlung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir kiriman, mengingat wilayah hulu di Renah Mendaluh masih diguyur hujan.

“Kami mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rendah untuk siaga evakuasi, karena debit air masih berpotensi meningkat hingga malam hari,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Polsek Merlung telah berkoordinasi dengan Polres Tanjab Barat untuk dukungan logistik dan peralatan SAR, serta mendorong sinergi cepat dengan BPBD Tanjab Barat dalam penanganan darurat banjir.

Hingga saat ini, personel kepolisian masih disiagakan di titik-titik rawan banjir untuk membantu warga serta mengatur arus lalu lintas di lokasi genangan. (*)

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less