Diskusi Publik Bidhumas Polda Jambi: Jalur Dialog Terbuka demi Dongkrak Kepercayaan Publik
- account_circle Admin
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- print Cetak

Dosen Fakultas Hukum Universitas Jambi Dr. Mochamad Farisi bersama Kanit I Cyber Ditreskrimsus AKP Suhartono saat memaparkan materi mitigasi ruang digital dan literasi hukum siber, Selasa (7/7/2026). (Foto: Istimewa)
Langkah taktis dan responsif dalam menghadapi dinamika komunikasi di era keterbukaan informasi terus digenjot oleh jajaran Kepolisian Daerah Jambi. Melalui Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas), korps bhayangkara tersebut sukses menggelar agenda tahunan Diskusi Publik Bidhumas Polda Jambi Tahun 2026 yang dipusatkan di Hotel Odua Weston Jambi pada Selasa (7/7).
Kegiatan strategis yang mengusung tema besar
“Polri Untuk Masyarakat, Bersama Media Membangun Citra Polri yang Inspiratif di Era Digital” ini dirancang khusus sebagai wadah integratif untuk memperkuat kolaborasi multisektoral. Pertemuan ini mempertemukan unsur Polri, pimpinan redaksi media massa, organisasi insan pers, akademisi, hingga kelompok mahasiswa dari berbagai universitas di Jambi.
Rangkaian agenda dibuka secara resmi oleh Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, dengan didampingi Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. Benny Ali, serta dihadiri oleh seluruh jajaran Pejabat Utama Polda Jambi.
“Keberhasilan Polri saat ini tidak lagi hanya diukur secara kaku dari aspek penegakan hukum di lapangan. Lebih dari itu, indikator keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan kita dalam membangun kepercayaan masyarakat (public trust) melalui pola komunikasi yang terbuka, transparan, humanis, dan bertanggung jawab,” tegas Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar.
Tuntutan Humas Adaptif dan Filterisasi Ruang Siber
Guna mengupas tuntas tantangan komunikasi siber, diskusi publik ini menghadirkan panel narasumber berkompeten. Di antaranya Dosen Fakultas Hukum Universitas Jambi, Dr. Mochamad Farisi, serta Kanit I Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi, AKP Suhartono.
Selain perspektif regulasi dan hukum siber, acara juga menampilkan sosok polisi berprestasi, Aipda Arjunif, yang sehari-hari berdinas sebagai Bhabinkamtibmas Polres Bungo. Jalannya diskusi berlangsung interaktif dan dua arah melalui rentetan sesi tanya jawab kritis antara narasumber dan peserta.
Kapolda Jambi menguraikan bahwa lompatan teknologi informasi yang masif menuntut seluruh institusi kepolisian untuk semakin adaptif. Kecepatan penyampaian data ke ruang publik harus selaras dengan nilai akurasi agar informasi yang dikonsumsi masyarakat dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks inilah, peran Humas Polri naik kelas menjadi lini yang sangat strategis.
“Sinergi antara Polri, rekan-rekan media, akademisi, mahasiswa, serta seluruh penggiat media sosial harus terus diperkuat. Kita memiliki tanggung jawab moral yang sama untuk menghadirkan ruang digital yang sehat, edukatif, serta produktif,” tambah Irjen Pol. Krisno H. Siregar.
Komitmen Konkrit Polda Jambi Menangkal Isu Hoaks
Di sisi lain, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, menyampaikan bahwa pelaksanaan diskusi publik ini merupakan cerminan komitmen kuat dari pimpinan daerah dalam menata komunikasi publik yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
Bidhumas Polda Jambi menegaskan, di bawah koridor era digital, kecepatan penyampaian rilis berita tidak boleh mengorbankan unsur kebenaran data. Melalui jalinan kemitraan ini, kepolisian daerah menargetkan gerakan bersama untuk meningkatkan literasi digital publik sekaligus memotong mata rantai penyebaran berita bohong (hoaks).
“Melalui diskusi publik ini, kami ingin mempererat komitmen bersama media dan akademisi agar bersama-sama menangkal hoaks serta menghadirkan informasi yang kredibel. Polda Jambi akan terus membuka ruang dialog terbuka dan kolaborasi aktif sebagai upaya nyata mewujudkan Polri yang semakin Presisi, humanis, dan dicintai masyarakat,” pungkas Kombes Pol. Erlan Munaji. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar