Gempuran 576 Ribu Liter Air Padamkan Karhutla Jambi
- account_circle Admin
- calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
- print Cetak

Helikopter water bombing saat melakukan pemboman air di salah satu titik karhutla di Kabupaten Muaro Jambi. Sebanyak 177 kali water bombing dengan total 576.000 liter air dikerahkan untuk memadamkan empat titik api, Jumat (28/8/2026). (Foto: Dok. Humas Polda Jambi)
Polda Jambi melalui Subsatgas Udara Satgas Karhutla Provinsi Jambi terus mengintensifkan patroli udara, pemadaman water bombing, hingga dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (28/8).
Dalam patroli pemantauan menggunakan Helikopter Bell 505 PK-ELS, petugas menyisir sejumlah kawasan rawan dan berhasil mendeteksi empat titik api (fire spot). Titik api tersebut tersebar di wilayah Sungai Gelam dan Kumpeh (Kabupaten Muaro Jambi), serta Muara Sabak Barat dan Rantau Rasau (Kabupaten Tanjung Jabung Timur).
Temuan dari udara tersebut langsung ditindaklanjuti secara cepat melalui koordinasi terpadu dengan tim darat serta pengerahan armada water bombing gabungan TNI AU dan BNPB.
Secara keseluruhan, sebanyak empat unit helikopter dikerahkan untuk melakukan pemadaman dari udara dengan total 177 kali pemboman air (water bombing) yang melontarkan sekitar 576.000 liter air ke titik-titik kebakaran.
Guna mengoptimalkan penanganan di daerah lain, Polda Jambi turut mendukung kelancaran Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat PK-ALA yang menyasar wilayah Kabupaten Sarolangun dan Merangin.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menjelaskan bahwa seluruh elemen Satgas Udara bergerak secara padu untuk memutus rantai penyebaran api.
“Polda Jambi bersama TNI, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan patroli udara, deteksi dini, water bombing, serta operasi modifikasi cuaca. Penanganan karhutla ini kami lakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan,” tegas Kombes Pol. Erlan Munaji.
Kabid Humas kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat potensi atau munculnya titik api di wilayahnya. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar