Berjiwa Besar, Ketua KONI Jambi AKBP Mat Sanusi Memaafkan Pelaku yang Memfitnahnya di TikTok
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Tunjukkan kerendahan hati, Ketua Umum KONI Provinsi Jambi AKBP Mat Sanusi memutuskan memaafkan pelaku setelah orang tua dan kakak pelaku datang memohon ke rumah, Jumat (12/6/2026). (Foto: Istimewa)
Kasus dugaan pencemaran nama baik yang sempat bergulir ke ranah hukum dan menimpa Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, akhirnya menemui titik terang melalui penyelesaian yang humanis.
Pengunggah (uploader) video viral di platform media sosial TikTok yang menyebarkan narasi bohong dan fitnah, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Jumat, 12 Juni 2026. Pria yang diketahui berinisial S tersebut mengakui seluruh kesalahannya di hadapan publik.
Ia membenarkan telah sengaja membuat akun palsu (fake account) demi mengunggah video yang menampilkan foto Mat Sanusi bersama seorang perempuan berinisial W dengan kemasan narasi serta framing negatif yang disebar berulang kali, tepatnya pada 29 Mei dan 4 Juni 2026 yang lalu.
Dalam pernyataan klarifikasinya, S mengakui bahwa tindakan cerobohnya tersebut telah menyerang kehormatan serta merugikan nama baik Mat Sanusi dan perempuan yang bersangkutan. Ia pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.
“Saya berjanji tidak akan mengulangi tindakan ini lagi. Apabila di kemudian hari saya kembali melakukan hal yang sama, saya siap diproses dan berhadapan dengan hukum yang berlaku,” aku S menyesali perbuatannya.
Luluh karena Kehadiran Orang Tua dan Kakak Pelaku
Meskipun harkat dan martabatnya telah diserang serta nama baiknya sempat tercoreng di ruang publik, Mat Sanusi memilih untuk menunjukkan jiwa besar dan kerendahan hatinya sebagai seorang perwira kepolisian sekaligus tokoh olahraga Jambi.
Sanusi secara terbuka menyatakan telah menerima permohonan maaf dan memaafkan seluruh perbuatan pelaku. Keputusan mulia tersebut diambil setelah orang tua serta kakak kandung dari Siregar menunjukkan iktikad baik dengan datang langsung menyambangi kediaman pribadi Sanusi untuk memohon maaf atas nama anak mereka.
Langkah damai yang diambil oleh Ketua Umum KONI Jambi ini menuai simpati publik, mengingat dirinya yang berada di posisi dirugikan dan memiliki instrumen hukum yang kuat, justru memilih menyelesaikan polemik ini lewat pendekatan kekeluargaan yang penuh rasa hormat.
Kasus ini diharapkan menjadi cerminan berharga bagi seluruh pengguna media sosial di Jambi bahwa ruang digital harus dijaga dari perilaku fitnah, sekaligus menjadi contoh penyelesaian konflik yang mengedepankan sisi kemanusiaan. (*)
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar